DPMPTSP Aceh Raih Penghargaan SKPA Sangat Inovatif 2022


ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh berhasil memperoleh penghargaan (Award) Inovasi Pemerintah Daerah sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dengan kategori “Sangat Inovatif” Tahun 2022.

‘Ini adalah penghargaan kedua kalinya yang berhasil diperoleh dengan kategori yang sama tahun 2021,” ujar Marthunis Kepala DPMPTSP Aceh, saat menerima penyerahan Anugerah Inovasi Aceh (AIA) Tahun 2022 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh.

Marthunis merasa bangga dan memberikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada seluruh pegawai DPMPTSP Aceh untuk segala ikhtiar dan doa atas capaian yang diperoleh pada Anugerah Inovasi Aceh (AIA) tahun 2022.

“Ini adalah penghargaan yang kedua kalinya setelah kita berhasil peroleh tahun 2021 untuk kategori yang sama. Tentu saja ini adalah hasil kinerja teamwork antar bidang keluarga besar DPMPTSP Aceh yang saling mendukung dan memperkuat untuk meraih sukses bersama, “ ungkap Marthunis dengan terharu.

PJ Bupati Aceh Singkil itu juga menambahkan, capaian ini tentu menjadi kebanggaan bagi semua, sekaligus menjadi penyemangat untuk terus berkreatifitas dan berinovasi tanpa henti dalam membangun image branding positif DPMPTSP Aceh dengan berbagai karya inovasi dalam rangka mendukung kinerja investasi yang lebih baik di Aceh.

“Harapan saya penghargaan tidak hanya berhenti disini dengan capaian yang sudah diperoleh. Perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan pada masa akan datang melalui berbagai ide dan kreatifitas dalam melahirkan berbagai inovasi yang lebih strategis, tidak hanya tingkat daerah, tapi juga tingkat nasional dan internasional, sekaligus dapat direplikasi di tingkat pemerintah kab/kota untuk mendukung penguatan kelembagaan dan peningkatan kinerja investasi di Aceh.

Capaian ini perlu terus didukung untuk mewujudkan DPMPTSP Aceh sebagai World Class Institution (WCI), “ tambah Marthunis yang saat ini juga dipercayakan sebagai Pj. Bupati Aceh Singkil.

3 inovasi DPMPTSP berhasil masuk dalam kategori sangat inovatif pada Anugerah Inovasi Aceh tahun 2022, yaitu E-Klinik, E-Report dan Website Branding Investasi (www.investaceh.id).

Sementara, 2 inovasi lainnya bersifat inisiasi, yaitu Renstra Investasi Aceh Tahun 2023-2026 dan Peraturan Gubernur tentang Tata Cara Sewa Tanah dan Bangunan Milik Pemerintah Aceh untuk Kegiatan dengan Kharakteristik Usaha Tertentu dipersiapkann untuk usulan inovasi tahun 2023.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal (P2IPM) – DPMPTSP, Rahmadhani, M.Bus berharap semua inovasi DPMPTSP akan berdampak positif dalam memperkuat kelembagaan DPMPTSP di daerah.

“Semua inovasi terbaik DPMPTSP Aceh diharapkan memiliki daya tular di daerah dalam rangka memperkuat kelembagaan DPMPTSP Kab/Kota melalui kegiatan kerjasama replikasi inovasi. Layanan E-Klinik dan E-Report diharapkan dapat diterapkan di daerah untuk mempermudah realiasi investasi melalui pendampingan dan konsultasi layanan perizinan dan non perizinan secara langsung dari petugas dan penyampaian informasi perizinan yang diterbitkan berdasarkan kewenangan DPMPTSP Aceh melalui online. Termasuk juga informasi peluang investasi dan daftar projek investasi yang ditawarkan kepada calon investor melalui www.project.investaceh.id, “ sebut Rahmadhani yang juga dipercayakan sebagai Ketua Koordinator Inovasi DPMPTSP Aceh.

Plt. Kepala DPMPTSP Aceh, Marzuki, SH juga mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi kepada para innovator DPMPTSP Aceh yang telah berhasil meraih anugerah. Dia juga berharap agar Tim segera mempersiapkan administrasi, data dukung dan inovasi keren lainnya untuk pengusulan inovasi tahun 2023, khususnya inovasi bersifat inisiasi untuk dapat segera diterapkan, seperti Renstra, Pergub termaasuk juga Friday Learning.

Sementara itu, Pj. Gubernur Aceh dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Bustami pada acara Anugerah Inovasi Aceh bertema “Melalui Kolaborasi Inovasi Kita Wujudkan Aceh Berdaya Saing menuju Masyarakat Mandiri” menyampaikan, Inovasi merupakan kunci dan solusi atas berbagai permasalahan pembangunan, baik dari aspek pelayanan publik, maupun tata kelola pemerintahan. Kemampuan menciptakan pembaharuan menjadi sebuah keharusan di era disrupsi seperti saat ini.

Karena itu lanjutnya, sudah sepantasnya kita selaku penyelenggara pemerintahan dapat menginternalisasikan setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan mengedepankan prinsip-prinsip efisiensi, efektifitas, perbaikan kualitas pelayanan, tidak ada konflik kepentingan, berorientasi pada kepentingan umum, dilakukan secara terbuka, memenuhi nilai-nilai kepatutan, dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya.

PJ Gubernur Aceh ungkapnya, juga mengajak seluruh perangkat Pemerintah Aceh untuk terus melakukan terobosan dan inovasi guna meningkatkan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan dalam mendukung percepatan peningkatan kinerja Pemerintah Daerah, pencapaian target pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Harapannya, kita bersama dapat berkomitmen 1 institusi minimal menghasilkan 2 inovasi setiap tahun untuk mendukung kemajuan Aceh,” tutup Bustami. (*)



ACEHSATU