Jembatan Asa, Janji Politisi Tak Kunjung Tepat, Rakyat Terus Berupaya Mencari Solusi

jembatan penghubung
Jembatan Asa, Janji Politisi Tak Kunjung Tepat, Rakyat Terus Berupaya Mencari Solusi

ACEHTIMURSATU.COM – Jembatan Penghubung yang dibangun sejak tahun 2000 terletak di kecamatan Nurussalam mulai rusak seiring berjalannya waktu.

Naas, pada sabtu malam pada 3 Maret 2020, jembatan penghubung beralas papan dan leger besi tersebut ambruk akibat dilintasi mobil panther membawa rombongan tahlilan.

Saat mobil melintasi jembatan penghubung gampong Kulala Bagok dengan Teupin Pukat itu leger yang sudah rapuh dimakan usia pun patah yang membuat rombongan tecebur ke dalam sungai, namun semuanya terselamatkan.

Tidak sedikit di masa kompanye para politisi terus menggantung suara di jembatan tersebut.Mareka datang dan melihat serta memberikan harapan jembatan tersebut tersambung kembali.

Jembatan tersebut lintas utama aktifitas warga dalam mengumpulkan pundi-pundi rupiah dan juga untuk dilintasi para anak-anak yang menuntut ilmu.

BACA JUGA : Jembatan Asa, Antara Harapan Rakyat dan Janji Manis Politisi

Rakyat ingin berteriak, namun apa daya marekan yang tak punya kuasa.

Para petinggi kecamatan pun ikut berupaya mencari solusi agar jembatan tersebut bisa terhubung kembali.

Tgk Alue salah satu warga yang terus mencari solusi agara jembatan tersebut dapat menghubungkan kembali dua desa tersebut.

“Usaha dan doa yang tidak pernah putus, kami masyarakat terus berupaya mencari bantuan dan solusi agar jembatan tersebut terus di bangun, yang sudah berlalu biarlah berlalu.Ta Peucaya keu tika, tika ka meupiejeit, Ta peucaya keu raja raja ka meuseuleit,jadi geutayoe mandum masyarakat jinoe mari saban sama bahu mebahu tamita solusi agar jembatanyan terhung kembali.

Dari cerita masyarakat, jembatan tersebut adalah jembatan yang menghubungkan dua Gampong dalam Kecamatan Nurussalam yaitu, Gampong Kuala Bagok dan Gampong Teupin Pukat.

Selain jembatan tersebut digunakan untuk lalu lalang masayarakat, jembatan tersebut juga salah satu jembatan yang digunakan menganggkut hasil laut nelayan.

Sebelum putus jembatan tersebut di perbaiki dengan anggaran swadaya masyarakat seadanya agar masih bisa tetap digunakan.