Kado Terindah Bupati Rocky di Akhir Masa Jabatan Untuk Perangkat Gampong

Bupati Rocky
Kado Terindah Bupati Rocky di Akhir Masa Jabatan Untuk Perangkat Desa

Opini : Oleh Far Tueng Bila

 

ACEHTIMURSATU.COM – Bupati Rocky begitu dikenal dikalangan masyarakat Aceh Timur. Memimpin Aceh Timur pada tahun 2012 telah banyak membawa perubahan untuk kabupaten Aceh Timur.

Dibawah kepemimpinan Bupati H Hasballah bin H M thaib dan Syahrul bin Syamaun, mampu membawa pulang ibukota Kabupaten dari Kota Langsa ke Aceh Timur.

Infrastruktur terus dibangun mulai dari pembangunan gedung-gedung pusat pemerintahan dalam program sepuluh hari kerja hingga pembangunan lainya.

Selain pembangunan di bawah kepemimpinan rocky juga mampu melaksanakan event-event hiburan untuk masyarakat Aceh Timur.

Sepeluh tahun menjabat Bupati Rocky mampu membawa begitu banyak perubahan dari tinggat kota hingga ke pelosok desa.

Dibawah kepemimpinan Rocky, Perangkat desa pun mulai merasakan gaji yang bercukupan, sebuah kado terindah untuk perangkat desa.Namun sayang kado terinah tersebut tak sempat di rasakan para perangkat gampong dengan waktu yang panjang.

Perlahan gaji perangkat desa mulai di pangkas dengan berbagai alasan, mulai dari 2 juta perbulan selama 12 bulan hingga menjadi 2 juta perbulan hingga 8 bulan.

Para keuchik dan perangkat desa hanya mampu bersua dengan berbagai tulisan di postingan sosial media, mencoba beraudiensi namun hanya mendapatkan janji manis.

Diakhir kepemimpina Bupati Aceh Timur kembali meninggalkan sebuah kado terindah untuk perangkat gampong dengan dikeluarkannya Peraturan Bupati Aceh Timur Nomor 24 Tahun 2022 tentang perubahan atas peraturan bupati Aceh Timur Nomor 67 tahun 2021 tentang tata cara pembagian dan penetapan rincian alokasi dana gampong bagi hasil pajak daerah dan retribusi  daerah menurut gampong yang di tandatangani oleh Bupati Aceh Timur Hasballah bin M.Thaib menjadi kado terakhir bupati Rocky untuk perangkat gampong.

Para perangkat Gampong hanya bisa tersenyum dan berkata “yang hanjeut ta ubah Al-Quran dan Hadis” yang tidak bisa di ubah Al-Quran dan Hadis.

Maka para keuchik dan perangkat pun juga bisa bekerja hanya bekerja selama 7-8 bulan dalam satu tahun.

Menjadi keuchik dan perangkat gampong tidak lah semudah menjadi Bupati dan para kepala dinas, para keuchik dan perangkat gampong harus mampu mengikuti aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemrintah meskipun peraturan tersebut harus menjadi kebijakan untuk terbentuknya masyarakat yang harmonis.