Martini Gagal di PAW dari Kursi DPRA Fraksi Partai Aceh, Keputusan Final Hingga 14 Hari Mendatang


ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Surat pergantian antar waktu (PAW) Martini sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai Aceh resmi dibatalkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Kamis (24/11/2022) sekira pukul 10.30 WIB.

Martini mengungkapkan, Majelis Hakim telah membatalkan PAW atas dirinya dan akan tetap menjadi anggota DPRA hingga tahun 2024.

“Alhamdulillah bisa bekerja kembali, Iya tadi ada putusan di pengadilan menyatakan bahwa majelis hakim membatalkan surat PAW atas nama saya, dan saya sah jadi anggota DPR sampai 2024,” kata Martini.

Martini juga menyebutkan, dalam putusan itu, majelis hakim menjelaskan bahwa dia tidak memiliki unsur kesalahan untuk di PAW-kan.

“Karena itu resmi melanggar hukum, apalagi tidak ada unsur kesalahan atau tidak memenuhi unsur hukum di sana,” tutur Martini.

Selanjutnya Dikatakan Martini, jika dalam 14 ke depannya jika pihak tergugat tidak melakukan kasasi, maka segala proses hukum akan selesai.

“Kita tunggu sampai 14 hari ini apa mereka melakukan kasasi atau tidak kalau tidak kasasi selesai proses hukumnya,” tambah Martini.

Sebelumnya diberitakan, dari keterangan DPD PA melalui Juru Bicara, Nurzahri dijelaskan surat PAW Martini dikirim ke DPRA pada tanggal 13 Juni 2022 lalu dengan alasan, karena permintaan dari DPW Aceh Timur.

PA mengajukan Muhammad Yusuf alias Pang Ucok yang memiliki suara terbanyak selanjutnya, menggantikan Martini di kursi DPRA.

“PAW dilakukan karena permintaan dari DPW Aceh Timur dan ada perjanjian menjabat 2,5 tahun antara Martini dan Muhammad Yusuf ketika selesai pileg 2009,” sebut Nurzahri

Namun, dikesempatan yang sama pernyataan itu dibantah Martini. “Tidak ada perjanjian, saya tidak pernah tanda tangan, dan dalam aturan partai hal semacam itu tidak ada, karena setiap keputusan partai harus dilandasi dengan aturan AD ART Partai,” tegas Martini.



ACEHSATU