Menjelang MoU Helsinki, Mahasiswa Aceh Timur Datangi Kantor DPRK

MoU Helsinki
Menjelang MoU Helsinki, Mahasiswa Aceh Timur Datangi Kantor DPRK

ACEHTIMURSATU.COM | ACEH TIMUR – Menjelang hari perdamaian Aceh dan RI yang di sebut dengan MoU Helsinki, Perwakilan Mahasiswa Aceh Timur mendatangi Kantor DPRK Aceh Timur pada Jumat (12/08/2022) .

Kedatangan mahasiswa tersebut guna melakukan audiensi terkait realisasi nya MoU Helsinki dan beberapa permasalahan di Aceh Timur.

Selait itu kedatangan mahasiswa juga merupakan sebagai perpanjangan aspirasi masyarakat yang tengah kecewa dengan berbagai kebijakan Pemerintah Aceh yang dinilai banyak melupakan poin-poin yang tertulis di MoU Helsinki.

Koordinator Mahasiswa Aceh Timur, Raja Abdul Razzi, mengatakan, setidaknya terdapat sejumlah poin tuntutan yang menjadi sorotan dan dibawa di ruang rapat gedung DPRK Aceh Timur.

“Poin tuntutan tersebut, ialah meminta agar tapal batas wilayah Aceh harus sesuai dengan yang tertulis di MoU Helsinki, meminta Agar Bendera Aceh, lambang dan Himne segera di terapkan di Aceh karena itu semua tertuang dalam MoU Helsinki , meminta kurikulum di Aceh tidak berubah-ubah dan harus ada mata pelajaran Sejarah Aceh dan Bahasa Aceh, serta Meminta SDM di Aceh Timur di fungsikan dengan semestinya,” Kata Keordinator Mahasiswa Aceh Timur

Abdul Razzi juga mengatakan gerakan tersebut bukan menggadaikan idealisme, tapi gerakan elegan dan efektif juga gerakan alternatif agar demonstrasi ini sampai juga dan kita berharap tidak ada lagi pembodohan publik yang terjadi.

Ketua DPRK Aceh Timur Fatta Fikri mengapresiasi langkah audiensi yang diambil oleh perwakilan Mahasiswa Aceh Timur dan menerima aspirasi mahasiswa, serta aspirasi dari mahasiswa akan disampaikan langsung ke DPR Aceh.

“Yang penting apa yang jadi aspirasi mahasiswa kita sampaikan ke DPRA agar mengetahui adanya aspirasi-aspirasi isu saat ini,” terangnya.

“DPRK akan Surati DPRA agar aspirasi dari adik-adik mahasiswa dapat di realisasi kan dengan baik, sampai kan ke teman-teman yang lain agar bisa bersabar dan menunggu keputusan dari DPRA karena ini ranahnya DPRA” Tambahnya