Prof Dr Nazaruddin AW Pimpin IAEI Aceh Periode 2022–2026


ACEHSATU.COM | BANDA ACEH — Guru Besar Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry, Prof. Nazaruddin AW, MA secara musyawarah dan mufakat terpilih sebagai Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) DPW Aceh periode 2022-2026 dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-4, Selasa (15/11/2022) di Hotel Grand Permata Hati Syariah, Banda Aceh.

Sementara itu, Ketua DSA dan Guru Besar FEB USK, Prof. Dr. M. Shabri Abd Majid dan Rektor UNIKI-Bireun Prof. Afridar, MSi diamanatkan tim formatur untuk membantu ketua terpilih dalam menyusun kepengurusan IAEI yang direncanakan akan dilantik bersama 23 kepengurusan Komisariat IAEI seluruh Aceh pada 23 November 2022 oleh Menteri Kuuangan RI, Sri Mulyani selaku Ketua DPP IAEI Indonesia.

Muswil sebagai Agenda 4 tahunan itu dihadiri oleh 23 perwakilan pengurus komisariat IAEI yang ada di seluruh kampus negeri dan swasta di provinsi Aceh ini diselenggarakan dalam rangka bermusyawarah dan bermufakat untuk memilih kepengurusan baru periode 2022 – 2026.

Dalam sambutanya, Ketua IAEI terpilih, Prof. Nazaruddin AW, MA mengharapkan dukungan IAEI seluruh Aceh untuk saling bersinergi menjaga dan melestarikan pelaksanaan ekonomi syariah secara kaffah.

“Ini kita maksudkan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat Aceh yang terbebas dari unsur-unsur riba, gharar, dan maysir,” ujarnya.

Ditambahkan, pelaksanaan dan penguatan ekonomi syariah yang menjadi visi IAEI akan diwujudkan melalui penguatan 5 misinya yang terjemahkan lebih lanjut dalam program kerja, meliputi pengembangan kualitas SDM Islami, penguatan sinergisitas antar kelembagaan, pengembangan dan penguatan jaringan kolaborasi international, dan penguatan penelitian di bidang ekonomi dan keuangan syariah dan diseminasi hasilnya secara lebih meluas kepada masyarakat.

Sementara itu, Sekum IAEI Aceh periode 2018-2022, Prof. Dr. M. Shabri Abd. Majid, mengatakan, IAEI DPW Aceh telah melakukan berbagai agenda edukasi dan sosialisasi ekonomi syariah dan memberi masukan penting bagi pemerintahan Aceh dalam pelaksanaan dan penguatan ekonomi syariah di Aceh.

“Kami akan terus bersinergi dengan IAEI Pusat untuk menjadikan Aceh sebagai modal, model, dan pusat ekonomi dan keuangan syariah Indonesia,” ujarnya.

Ekonomi dan keuangan syariah
Pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam, IAEI Aceh, melakukan sesi foto bersama pada Musyawarh Wilayah IAEI Ke IV, Selasa (15/11/2022), di Banda Aceh. HO/ACEHSATU.com

Ditambahkan, IAEI Aceh berkomitmen menjaga dan memperkuat pelaksanaan ekonomi syariah di Aceh dalam rangka mempercepat terwujudnya cita-cita bangsa Indonesia menjadi salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah global sebagaimana tercantum dalam Master Plan Ekonomi Keuangan Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024.

“IAEI Aceh tentunya menjadi mitra strategis Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS) Indonesia dalam memperkuat implementasi ekonomi syariah sebagai pilar penting pembangunan ekonomi nasional yang berkeadilan,” tambahnya.

Dalam konteks Aceh, pelaksanaan Qanun LKS juga akan didorong untuk terus berbenah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

“Keberadaan lembaga keuangan sosial syariah, seperti Baitul Mal perlu meningkatkan kontribusinya dalam membantu masyarakat miskin melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi. Aset wakaf Aceh perlu segera didata dalam database wakaf dan dikelola secara produktif di bawah lembaga pengelolaan terintegrasi dan profesional,” ujarnya.

Ketua Panitia Muswil, Ir. Jalaluddin, MA memberikan apresiasi pada semua peserta muswil yang telah menyukseskan pemilihan kepengurusan baru IAEI Aceh dan berharap agar dukungan dapat diberikan kepada Ketua terpilih.

“Sehingga nantinya IAEI dapat memberikan kontribusi nyata bagi pelaksanaan dan penguatan ekonomi syariah di bumi Aceh ke depan,” ujarnya.

Ia mengatakan pengurus IAEI Komisariat yang ada di seluruh kampus negeri dan swasta di Aceh diharapkan segera menyusun kepengurusan baru agar bisa bersama-sama dilantik oleh Sri Mulyani (Menteri Keuangan/Ketua IAEI Pusat) pada 23 November 2022 mendatang.

Adapun Untuk keperluan penyususan kepengurusan baru komisariat IAEI ini, kata Jalaluddin, dapat menghubungi No. HP/WhatsApp: 082160256111.  

Pelaksanaan Muswil turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Achris Sarwani, Mantan Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman, Dirut BPRS Hikmah Wakilah, Sugito, Ketua Komisioner Baitul Mal Aceh, Mohammad Haikal, Akademisi USK  Dr. Ridwan Nurdin, Akademisi UIN Ar-Raniry, Dr. Israk Ahmadsyah dan Dr. Zaki Fuad, dan, Akademsi IAIN Langsa, Dr. Abdul Hamid. (*)



ACEHSATU