YARA Somasi Pj Wali Kota Lhokseumawe Terkait IPAL Waduk Pusong Tak Berfungsi


ACEHSATU.COM | Lhokseumawe – Saat ini Oprasiolisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Waduk Reservoir Pusong Kota Lhokseumawe yang belum mengacu pada dokumen lingkungan hidup, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mengambil langkah untuk melakukan somasi terhadap Pj Wali Kota Lhokseumawe.

Ibnu Sina Ketua YARA Lhokseumawe dalam Somasi, menjelaskan “Pembangunan IPAL ini sesuai dengan dokumen Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), RKL dan RPL waduk tersebut adalah tanggung jawab Pemko Lhokseumawe, bersama ini kami sertakan Salinan Dokumen lingkungannya Waduk tersebut,” Rabu (23/11).

YARA berdalih air limbah yang mengalir ke waduk akan mencemari lingkungan di dalam dan sekeliling waduk.

Apalagi, waduk tersebut juga di manfaatkan untuk tempat usaha budidaya keramba masyarakat.

Keberadaan IPAL adalah komitmen dalam dokumen AMDAL, RKL dan RPL Waduk Pusong, dan Pemko Lhokseumawe bertanggung jawab sebagai pengelola waduk.

Bila diabaikan, konsekwensinya adalah tindak pidana dalam UU 32/2009 tentang Perlindungan serta Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“IPAL tidak pernah difungsikan sebagaimana mestinya sejak beberapa tahun belakangan ini dan ini melanggar komitmen dokumen lingkungan. Imbasnya terjadi pencemaran lingkungan, dan ada unsur tindak pidana,” sebut Ibnu.

Surat tersebut, juga ditembuskan ke Menkopolhuka, Mendagri, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pj Gubernur Aceh, Kapolda Aceh, Kajati Aceh dan Ketua DPRK Lhokseumawe.

“Kami menunggu satu Minggu jawaban dari Pj Walikota, jika somasi ini tidak diindahkan maka akan ada upaya hukum yang akan kami lakukan nantinya, baik secara litigasi maupun non litigasi,” tutup Ibnu.



ACEHSATU